Rabu, 02 November 2011

Kisah Cinta Dari China (Truth Story)


Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China, dan langsung menyentuh seisi dunia.
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan
diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.


Laki-laki China, berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama
Xu Chaoqin ....

http://cerpen.web.id/content_images/1/1.JPG

Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.



Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
http://cerpen.web.id/content_images/1/2.jpg

Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.
http://cerpen.web.id/content_images/1/2.jpg


Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.


http://cerpen.web.id/content_images/1/4.jpg

http://cerpen.web.id/content_images/1/5.jpg

"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.?
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.

Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

Sumber > http://cerpen.web.id/articles/84/1/Kisah-Cinta-Dari-China-Truth-Story/Page1.html

True Story : Seorang ibu meninggal slth 38 thn merawat putrinya yg koma


Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.

Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.

Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.

Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.

Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit.

Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.

Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.

Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.

Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.

Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

Sumber > http://cerpen.web.id/articles/62/1/True-Story--Seorang-ibu-meninggal-slth-38-thn-merawat-putrinya-yg-koma/Page1.html

Gambaran Umum Area PT. MJIS


Bagian utama pabrik:
1.  Raw materials handling system (persiapan bahan baku)
2.  Raw materials feeding system (bahan baku untuk pengumpanan)
3.  Rotary kiln system
4.  Rotary cooler system
5.  Product separation & handling system (pemisahan produk)
6.  Waste gas cleaning system (pembersihan udara buang)
7.  Industrial water system
8.  In-plant dedusting system (pengurangan debu)
9.  Plant instrument air system (service air & instrumment air)

1.  Raw materials handling system:
a.    Feed hopper (lump ore & coal)
b.    Belt conveyor (lump ore & coal), berfungsi untuk mentransfer material dari satu tempat ke tempat lainnnya.
c.    Roll crusher, berfungsi untuk menghancurkan material supaya menjadi sesuai ukuran yang diperlukan.
d.    Transfer tower, berfungsi sebagai pembelok aliran material (belt conveyor).
e.    Vibrating screen (single deck & double deck), berfungsi untuk memisahkan material yang berukuran lebih besar dengan material yang berukuran lebih kecil.
f.     Chutes (corong), berfungsi sebagai tempat lewatnya material.

2.  Raw materials feeding system:
a.    Reversible conveyor, adalah conveyor yang dapat bekerja dalam dua arah (bolak-balik).
b.    Two way chute, berfungsi untuk mengarahkan material.
c.    Storage bin, berfungsi untuk menampung material sebelum diumpankan menuju kiln.
d.    Weight feeder, berfungsi untuk mengetahui berat material yang akan diumpankan ke kiln.
e.    Rotary lobe compressor, berfungsi untuk menghasilkan udara guna mendorong material sebagai feed (umpan).
f.     Pneumatic feeder.
g.    Double pendulum flap, berfungsi untuk mencegah terjadinya pertukaran udara.
h.    Splitter device.
i.      Mono rail trolley.

3.  Rotary kiln system:
a.    Feed system, sebagai pengumpan/penyalur material menuju kiln. Feed system terdiri dari feed tube yang berfungsi untuk mengarahkan material ke dalam kiln. Pada feed tube terdapat dua pengamanan, wear protection device berfungsi alat pengaman terhadap terjadinya keausan pada bagian feed tube. Heat protection device berfungsi sebagai pengaman tehadap panas.
b.    Kiln shell system, adalah bagian terluar kiln (selongsong kiln).
c.    Supporting system, berfungsi sebagai komponen penunjang pada kiln. Komponennya meliputi: supporting roller, sebagai bantalan tyre. Thrust roller, supaya keausan pada tyre merata. Hydrothruster, untuk mengurangi pemakanan pada thrust roller.
d.    Drive system, berfungsi sebagai penggerak (pemutar kiln). Komponennya meliputi: gear rim, berfungsi untuk memutar kiln. Pinion, berfungsi untuk meneruskan daya ke gear rim. Main gear box, berfungsi untuk meneruskan daya ke pinion. Main motor, berfungsi untuk menghasilkan daya. Auxiliary gear box, berfungsi sebagai cadangan apabila main gaer box sedang mengalami masalah. Input & output shaft coupling, berfungsi sebagai penyambung komponen untuk meneruskan daya. Pillow block, sebagai pelumasan pada pinion. Double shoe brake, pengereman terhadap kiln. Spring plates, untuk merdam shoe secara tiba-tiba.
e.    Discharge system, sebagai penghubung antara kiln dengan cooler.
f.     Sealing system, berfungsi untuk menjaga ujung kiln agar tetap rapat.
g.    Heating system, berfungsi sebagai sistem pemanasan pada kiln. Komponennya meliputi: air tube, sebagai jalan masuknya udara ke dalam kiln. Swirl nozzle, untuk mengatur arah udara yang masuk ke kiln. Shell air fan, untuk menyuplai udara guna membantu proses pembakaran di dalam kiln. Central burner, sebagai tempat pembakaran awal pada kiln, sekaligus untuk menyuplai udara apabila proses sudah berjalan dengan normal. Combustion air fan,  sebagai kipas udara pembakaran.
h.    Lubrication system, berfungsi sebagai sistem pelumasan pada kiln. Bagian-bagian yang dilumasi antara lain: slip ring, gear rim, dan pinion. Pelumasannya menggunakan grease (gemuk).
i.      Refractory lining, berfungsi untuk mengisolasi udara yang ada di dalam kiln.

4.  Rotary cooler system
a.    Feed system
b.    Cooler shell system
c.    Supporting system
d.    Drive system
e.    Discharge system
f.     Sealing system
g.    Cooling system
h.    Lubrication system
i.      Refractory lining

5.  Product separation & handling system
a.    Weigh hopper, berfungsi untuk mengetahui jumlah material yang lewat. Ketika jumlah material yang ada di dalam weigh hopper mencapai berat tertentu, weigh hopper akan mengirimkan sinyal pada motor/penggerak conveyor untuk bergerak.
b.    Belt conveyor.
c.    Feed hopper.
d.    Vibrating feeder.
e.    Two-way chute.
f.     Bucket elevator, mengangkut material secara vertikal.
g.    Intermediate bin.
h.    Vibrating screen.
i.      Magnetic drum separator.
j.      Belt weigher, seperti belt conveyor tetapi dilengkapi dengan timbangan.
k.    Weigh hopper.
l.      Storage bin.
m. Telescopic chute.

6.  Waste gas cleaning system
a.    Dust Setting Chamber (DSC).
b.    Wet scrapper.
c.    After Burning Chamber (ABC).
d.    Combustion air fan, untuk meniupkan udara ke dalam kiln.
e.    Elbow duct.
f.     Electrostatic precipitator (ESP), menangkap debu dengan menggunakan listrik statis.
g.    Water spray gun, terletak di dalam ABC yang berfungsi untuk mengendalikan temperatur (apabila suhu di dalam ABC melebihi 1000˚C, maka WSG akan menyemprotkan air).
h.    Waste gas fan.
i.      Stack.
j.      Emergency stack.
k.    Trough flow mixer.

7.  Industrial water system
a.    Cold water pump, untuk memompa air menuju rotary cooler area (tekanan pompa ±6 bar).
b.    Warm water pump, untuk memompa air menuju cooling tower (tekanan pompa ±2.5 bar).
c.    Distribution pump, untuk memompa air menuju area proses (tekanan pompa ±3 bar).
d.    Cooling tower basin.
e.    Evaporation cooling tower, untuk mendinginkan air dari warm basin ke cold basin.
f.     Dosing station, untuk menginjeksikan bahan kimia menuju sistem air pendingin (cooling water system).
g.    Double filter, untuk menyaring air.
h.    Trough, untuk menyalurkan air guyuran dari rotary cooler menuju warm basin.
i.      Piping system.

8.  In plant dedusting system
a.    Suction system.
b.    Electrostatic precipitator (ESP).
c.    Radial flow fan.
d.    Double pendulum valve.
e.    Chain conveyor, ascending
f.     Through flow mixer

9.  Plant instrument air system (service air & instrumment air)
a.    Compressor.
b.    Accumulator.
c.    Dryer.
d.    Filter, regulator, lubrication (FRL).